Pages

Showing posts with label Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan. Show all posts

Sunday, December 14, 2014

PENDEKATAN STATISTIK UNTUK MENENTUKAN PARAMETER DOMINAN DALAM PENGELOLAAN KUALITAS AIR BAKU

Setyo S. Moersidik dan Djoko M. Hartono
Program Studi Teknik Lingkungan Departemen Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Indonesia Depok
smoersidik@yahoo.com 
djokomhs@yahoo.com

---------------

ABSTRAK

Air permukaan sebagai salah satu sumber air baku air minum, selain mata air dan air tanah, pada saat ini dari segi kuantitas merupakan sumber yang dipilih untuk memenuhi air baku air minum. Dari segi parameter, kualitas air baku air permukaan, terdapat 34 parameter yang selalu menjadi perhatian pengelola bangunan instalasi pengolahan untuk dilakukan analisa kualitas airnya. Parameter yang dominan adalah kekeruhan, total dissolved solid (tds), amonia, besi, mangan, chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand.

Keyword: air baku, parameter kualitas air, multivariate analysis, analisa factor.


PENDAHULUAN

Air sangat penting untuk kelangsungan kehidupan manusia. Air dimanfaatkan oleh manusia tidak hanya untuk keperluan sehari-hari namun juga untuk keperluan lain seperti pertanian, industri, pariwisata. Untuk keperluan tersebut diharapkan bahwa sumber air baku yang akan digunakan mempunyai kualitas dan kuantitas yang memenuhi persyaratan. Tingkat pencemaran yang dilakukan oleh manusia semakin meningkat yang ditandai dengan peningkatan kekeruhan dan pendangkalan badan air yang menyebabkan menurunnya kualitas air permukaan.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan jenis parameter kualitas air baku air minum yang dominan dari sumber air permukaan.


METODE PENELITIAN

Kelompok variabel pada karakteristik air baku, yang meliputi:
  • Variabel kualitas air dari 42 parameter baku yang dengan frekuensi pengukuran yang bervariasi untuk masing-masing parameter menggunakan Standard Methods dari AWWA.
  • Tabulasi data hasil analisa air terhadap 42 parameter dengan menggunakan program excell
  • Regresi multi linier dengan menggunakan analisis faktor akan digunakan untuk menganalisis 32 parameter kualitas air baku.


Wednesday, November 26, 2014

Masalah Sampah di Kota Biak

Sampah di Pasar Darfuar
Menurut Jokowi, Presiden RI yang baru dilantik ini mengatakan, kondisi lingkungan di Kota Biak memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Lingkungan kota yang penuh dengan sampah menumpuk ini merupakan masalah yang serius. Tumpukan sampah yang paling parah terdapat di Pasar Darfuar Biak. Pasar yang menjadi kebanggaan masyarakat Biak ini adalah pasar yang dibangun representatif oleh pemerintah daerah (pemda) dengan menelan dana puluhan miliar rupiah. Namun sejak dioperasikan, semakin ditinggalkan pemda. Sepertinya walau masih baru sekitar tiga tahun beroperasi, pasar ini sudah tidak pernah diperhatikan. Sampah tidak pernah diangkut oleh petugas kebersihan. Padahal hal ini sangat menganggu aktivitas ekonomi di pasar tersebut dan tentunya mengganggu masalah kesehatan pedagang.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Biak, Papua, Simon Rumpaisum mengatakan, salah satu bentuk perhatian yang diberikan kepada pembangunan di Kota Biak yakni melakukan sosialiasi penyadaran untuk membangun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat sampah yang disiapkan. Selain itu, perhatian lain yang diberikan adalah mendorong terbuatnya sebuah regulasi tentang kebersihan yang di dalamnya juga mengatur soal waktu dan tempat membuang sampah serta sanksi yang diberikan kepada warga yang membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempat sampah.

Lalu apa yang dilakukan masyarakat Kota Biak dalam menangani masalah sampah ini?

Keterlibatan warga Kota Biak, dalam membantu pemerintah daerah untuk menciptakan dan menjaga kondisi di wilayah lingkungan kampung serta kelurahan agar tetap bersih sangat berpengaruh. Aksi ini didukung Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI melalui Dana Alokasi Khusus 2013 yang dikelola Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat dengan menyerahkan delapan unit kendaraan motor sampah bagi delapan kelompok kerja di dua distrik tersebut. Menurut Kepala BLH setempat, dengan bantuan kendaraan motor sampah, nantinya akan memudahkan keterlibatan warga untuk menciptakan lingkungan yang bersih, dan upaya ini juga diyakinkan akan membantu instansi terkait, karena warga tidak lagi membuang sampah ke pinggiran ruas jalan tetapi cukup dengan meletakan sampah di depan rumah.

Tidak hanya warga tersebut, sedikitnya 3.000-an pelajar SD hingga SMA/SMK serta kalangan pegawai Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, mengikuti program Jumat Pagi Bersih Lingkungan (Jumpa Berlin) dalam upaya mewujudkan kota yang bersih, hijau dan sehat. Kalangan pelajar berbagai jenjang pendidikan, pada hari Jumat sejak pukul 07.00 WIT bergerak dari lingkungan sekolah menuju lokasi jalan-jalan strategis kota Biak untuk membersihkan lingkungan dan memungut serta mengangkut sampah di pinggiran jalan. Di berbagai lokasi di Biak di antaranya Jalan Majapahit, Sorido, Sisingamangaraja, Imam Bonjol, Pramuka, Ahmad Yani, Yos Sudarso serta kawasan Condonegoro dipenuhi pelajar yang tengah membersihkan lingkungan. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Biak Numfor RZ Mailoa mengatakan “Jumpa Berlin” merupakan salah satu program pemkab untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman.

Last but not least, Pemerintah Kota Biak, Marthen Wompere mengatakan, sedang malakukan pekerjaan pembangunan fisik fasilitas Tempat  Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Diharapkan jika bangunan ini selesai akan dikelola masyarakat untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Biak. Fasilitas bangunan TPST dengan ukuran 15 X 10 meter ini merupakan salah satu program percontohan pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat di TPST, merupakan sistem penanganan sampah yang direncanakan, disusun, dioperasikan, dikelola serta dimiliki masyarakat tujuan pengelolaan berbasis masyarakat dalam upaya mempertahankan kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dengan prinsip partisipasi masyarakat, kemandirian, efisiensi, perlindungan lingkungan serta keterpaduan. Melalui fasilitas bangunan fisik TPST ini masyarakat dapat mengelola sampah dengan 3 R, yakni reduce (mengurangi), reuce (pakai ulang) serta recycle (daur ulang) supaya bernilai ekonomis dan mendatangkan pendapatan masyarakat secara mandiri.

Untuk mewujudkan Biak yang bersih dan nyaman, diperlukan partisipasi masyarakat, pelajar, karyawan swasta, PNS serta berbagai elemen masyarakat sehingga lingkungan kota Biak tetap bersih, indah, rapi dan nyaman.

Sumber:




Daftar Penelusuran Kota Melalui Provinsi




Wednesday, November 19, 2014

10. Pemanasan Global

Day by day
Second by second
Hordes of heat falling on earth
Poles that slowly begins to melt
Atmosphere thinning

Global warming
Routine disaster on earth like this
Act of millions of people who do not care
Green forest into buildings elite
The sea and the sky filled with air pollution

My world was destroyed
Will my earth go back?
Like occupation of yourself



Hari demi hari
Detik demi detik
Gerombolan panas jatuh menimpa bumi
Kutub-kutub yang perlahan mulai mencair
Atmosfir yang mulai menipis

Global warming
Bagai bencana rutin di bumi ini
Ulah jutaan manusia yang tak peduli
Hutan hijau menjadi gedung-gedung elit
Laut dan langit dipenuhi polusi udara

Duniaku dirusak
Akankah bumiku kembali?

Bagaikan penjajahan diri sendiri

9. Pendapat Mengenai Studi Kasus "Apa yang Harus Dilakukan oleh Indonesia untuk Beradaptasi dengan Dampak Ekstrim Pemanasan Global

Adaptability needs to be supported by governments and environmental organizations, to provide knowledge to the public about the impacts of global warming. The role of communities around the site in the implementation of adaptation strategies for local communities also need to be considered because it is important. Adapt in the face of climate change, both in terms of economic activity, but especially in terms of policy-making related to climate change. Also needed once the role of the caliphs earth so extreme impact that we feel is not sustainable or better-reduced.


Kemampuan adaptasi perlu didukung oleh pemerintah dan organisasi lingkungan, dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai berbagai dampak pemanasan global tersebut.  Peranan masyarakat sekitar lokasi dalam pelaksanaan strategi adaptasi ke masyarakat local juga perlu diperhatikan karena merupakan hal yang penting. Beradaptasi dalam menghadapi dampak perubahan iklim, baik dari segi kegiatan ekonomi, namun khususnya dalam hal pembuatan kebijakan yang berhubungan dengan perubahan iklim. Juga dibutuhkan sekali peran para khalifah muka bumi ini agar dampak ekstrim yang kita rasakan tidak berkelanjutan ataupun lebih baiknya berkurang.

8. Pendapat Mengenai Studi Kasus "Dampak Pemanasan Global Tak Bisa Diperbaiki"

I think global warming is already happening, because all of this is the impact of human activities is not responsible for caring for the earth. The impact of global warming there are also some that can not be fixed as the retreat of glaciers and snow, thinning sea ice in polar and so on. It is hard to fix, but at least we have to minimize the impact. The only way to fix the earth from global warming impact of this is that there is a real effort and participation of all sectors of society to cope with and prevent it.


Menurut saya, pemanasan global saat ini sudah terjadi, karena semua ini adalah dampak dari kegiatan manusia yang tidak bertanggung jawab untuk merawat bumi ini. Dampak dari pemanasan global juga ada beberapa yang tidak dapat diperbaiki seperti berkurangnya gletser dan salju, menipisnya lautan di es kutub dan sebagainya. Memang sulit untuk memperbaikinya, tetapi setidaknya kita harus meminimalisir dampak tersebut. Satu-satunya cara untuk memperbaiki bumi dari dampak pemanasan global ini adalah adanya upaya nyata dan partisipasi semua lapisan masyarakat untuk menanggulangi dan mencegahnya.

7. Alternatif Untuk Mengantisipasi Dampak Kenaikan Muka Air Laut

  • Relocation; This alternative was developed when the economic and environmental impacts due to sea level rise and flooding so great that cultivated area need to be shifted more away from the coastline. In extreme conditions, in fact, should be considered to avoid at all areas which have a very high vulnerability.

  • Accommodation; This alternative is natural changes or adjustments to the risk of impact that may occur such as reclamation, building elevation or changes in agriculture into brackish water farming (aquaculture); inundated areas is inevitable, but is not expected to pose a serious threat to the safety of life, assets and socio-economic activities and the environment.

  • Protection; This alternative has two possibilities, namely that are hard structures such as the construction of retaining wave (breakwater) or dams (seawalls) and which are soft structures such as mangrove revegetation or stockpiling of sand (beach nourishment). Although tend defensive against natural changes, this alternative needs to be done carefully by considering the natural processes that occur in accordance with the principle of "working with nature"



  • Relokasi ; alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan, perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.

  • Akomodasi ; alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) ; area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.

  • Proteksi ;  alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature”

6. Dampak Kenaikan Muka Air Laut

1. The increased frequency and intensity of floods.
2. Changes in ocean currents
3. Widespread seawater intrusion
4. Threats terhadsp socio-economic activities
5. Reduced land area


1. Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir.
2. Perubahan arus laut
3. Meluasnya intrusi air laut
4. Ancaman terhadsp kegiatan sosial ekonomi
5. Berkurangnya luas daratan

5. Dampak Pemanasan Global bagi Aktivitas Sosial

The impact of global warming in the socialist and economic activity:
1. Disruption of the function of coastal areas
2. A disturbance in the function of infrastructure and facilities such as roads, ports and airports
3. Disruption of settlements
4. Reduction of land productivity
5. Increased risk of cancer and disease


Dampak pemanasan global dalam aktifitas soaial dan ekonomi :
1. Gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir pantai
2. Gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara
3. Gangguan terhadap pemukiman
4. Pengurangan produktifitas lahan
5. Peningkatan resiko kanker dan penyakit

4. Pengaruh Pemanasan Global Terhadap Sektor Pertanian

Agriculture which is an activity or sector which relies on rainfall also be a problem with global warming. Due to the existence of global warming weather becomes unpredictable, thus affecting cropping patterns and estimation of agricultural products. The impact is felt among others, drought wetland, or even flood that inundated rice fields.


Pertanian yang merupakan kegiatan atau sektor yang bergantung pada curah hujan juga menjadi suatu masalah dengan adanya pemanasan global. Karena dengan adanya pemanasan global cuaca menjadi sulit diprediksi, sehingga mempengaruhi pola tanam dan estimasi produk pertanian. Dampak yang dirasakan antara lain, kekeringan lahan sawah, atau bahkan banjir yang merendam sawah.

3. Hubungan Antara Konversi Hutan dengan Pemanasan Global

Forest conversion done, is an example of efforts to provide food and clearing for plantations, which is certainly going to reduce the function of forests as carbon deposits. The carbon content is released into the atmosphere will increase GHG.


Konversi hutan yang banyak dilakukan, adalah contoh upaya menyediakan pangan dan membuka lahan untuk perkebunan, yang sudah tentu akan mengurangi fungsi hutan sebagai endapan karbon. Kandungan karbon yang terlepas ke atmosfer akan meningkatkan GRK.

2. Jenis Kegiatan yang Memberikan Sumbangan Terhadap Pemanasan Global

Below are some of the activities that contribute to global warming, based on the level of which the largest percentage:
  • Production and consumption of energy, is an activity that can not be separated or removed from the activities undertaken by humans. Provide ease human energy, which also affects the level of production. With the energy will make increased production, and produce waste, good air, liquid, or solid form.
  • CFC, is a man-made gases are substances that are not flammable and not too toxic. A single molecule of CFC has a life span of 50 to 100 years in the atmosphere before it was abolished. Within approximately 5 years, CFC moving up slowly into the stratosphere (10-50 km). CFC molecule decomposes after mixing with UV light, and freeing CHLORINE atoms. The chlorine atom seeks to destroy ozone and produce OZONE HOLE ..
  • Agriculture, agricultural land clearing, with clearing forests, making forest loss.
  • Deforestation and land use change, will release the carbon stored in the biomass into the atmosphere to the earth's ability to absorb CO2, to be reduced. 
  • Industry, industrial activities that produce various forms of pollution and mostly contain substances that can damage the ozone layer.



Dibawah ini merupakan beberapa kegiatan yang memberikan sumbangan terhadapt pemanasan global, berdasarkan tingkat persentase dari yg terbesar:
  • Produksi dan konsumsi energi, adalah kegiatan yang tidak dapat dipisahkan ataupun dihilangkan dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Energi memberikan kemudahan manusia, yang juga berpengaruh terhadap tingkat produksi. Dengan adanya energi akan membuat produksi semakin meningkat, dan menghasilkan limbah, baik udara, cair, atau berupa padatan.
  • CFC, merupakan gas buatan manusia yang merupakan zat-zat yang tidak mudah terbakar dan tidak terlalu toksik. Satu buah molekul CFC memiliki masa hidup 50 hingga 100 tahun dalam atmosfer sebelum dihapuskan. Dalam waktu kira-kira 5 tahun, CFC bergerak naik dengan perlahan ke dalam stratosfer (10 – 50 km). Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan sinar UV, dan membebaskan atom KLORIN. Atom klorin ini berupaya memusnahkan ozon dan menghasilkan LUBANG OZON..
  • Pertanian, pembukaan lahan pertanian, dengan melakukan penebangan hutan, membuat berkurangnya luas hutan.
  • Penebangan hutan dan perubahan tata guna lahan, akan melepaskan karbon yang tersimpan di dalam biomassa ke dalam atmosfer sehingga kemampuan bumi untuk menyerap Co2, menjadi berkurang.
  • Industri, kegiatan industri yang menghasilkan berbagai macam bentuk polusi dan sebagian besar mengandung zat yang dapat merusak lapisan ozon.

1. Pemanasan Global dan Efek Rumah Kaca Menurut Prof.Dr.Ir. Oto Soemarwoto

According to Prof. Dr Ir. Oto Soemarwoto, pamanasan Global is a global warming of the earth's surface temperature is rising due to the increase in the intensity of the greenhouse effect (ERK). While the greenhouse effect has an idea, is a process, in which the radiation emitted by the sun to the earth, and re-emitted by the earth, but is absorbed by certain gases, so basically ERK serves to maintain the temperature of the earth to keep warm.


Menurut Prof. Dr. Ir. Oto Soemarwoto, pamanasan Global adalah pemanasan global ialah naiknya suhu permukaan bumi karena naiknya intensitas efek rumah kaca (ERK). Sedangkan efek rumah kaca mempunyai pengertian, adalah suatu proses, dimana radiasi yang dipancarkan oleh matahari ke bumi, dan dipancarkan kembali oleh bumi, namun terserap oleh gas tertentu, sehingga pada dasarnya ERK berfungsi menjaga suhu bumi agar tetap hangat.

8. Hubungan Antara Kebutuhan Dasar Manusia, Kondisi Lingkungan dan Pengelolaan Bahan Kimia

In trying to meet the basic needs of life, each man should pay attention to the environmental conditions in order to facilitate development as the development of human effort to meet their needs balance and preservation of the environment is maintained. Therefore, the need for specialized knowledge of chemical processing techniques, because the cause of pollution is the lack of attention to the properties of chemicals dala terumama residual waste in large industrial production, so can damage the environment.


Dalam berusaha untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, hendaknya setiap manusia memperhatikan kondisi lingkungan agar seiring berkembangnya pembangunan guna memudahkan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya keseimbangan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. Maka dari itu, perlu adanya pengetahuan khusus mengenai teknik pengolahan bahan kimia, karna penyebab adanya pencemaran adalah kurang diperhatikannya sifat-sifat bahan kimia dala limbah sisa produksi terumama pada industri besar, sehingga dapat merusak lingkungan.

7. Pendapat Mengenai Psikologi Lingkungan atau Ekopsikologi

With the advent of environmental psychology and Ecopsychology, is associated with basic human needs in the environment. Attitudes and human behavior is strongly influenced by the state of the space environment, such as temperature, atmosphere, light, air, and social interaction. Thus, is in need that environmental conditions must comply with the basic human needs.


Dengan munculnya psikologi lingkungan dan ekopsikologi, memang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia dalam lingkungan hidupnya. Sikap dan perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh keadaan ruang lingkungannya, seperti suhu, suasana, cahaya, udara, serta interaksi sosial. Sehingga, sangat di perlukan bahwa kondisi lingkungan harus sesuai dengan kebutuhan dasar manusia tersebut.

6. Hubungan Antara Kebutuhan Fisik Manusia dengan Kondisi Lingkungan Akibat Bencana Alam

Humans are creatures that require resources in order to sustain life. However, the use of natural resources there is often too much without thinking about the environmental balance of the ecosystem. The number of natural disasters, as a result of human greed in managing natural resources. As in chapter one, has explained that in governance, natural resources, not only the use of economic motives, but also the motive of blessing and prosperity. As this will give a bad result for the man himself.


Manusia adalah makhluk yang membutuhkan sumber daya alam guna mempertahankan hidupnya. Namun, penggunaan sumber daya alam yang ada seringkali berlebihan tanpa memikirkan keseimbangan ekosistem suatu lingkungan. Banyaknya bencana alam yang terjadi, merupakan akibat dari keserakahan manusia dalam mengelola sumber daya alam. Seperti pada bab ke satu, telah dijelaskan bahwa dalam penglolaan sumber daya alam, tidak hanya menggunakan motif ekonomi, namun juga motif keberkahan dan kesejahteraan. Karena hal ini akan memberikan akibat buruk bagi manusia itu sendiri.

5. Kaitan Keracunan Pangan dengan Studi Kasus Bahaya Makanan dalam Kaleng

Progress of time which affects the change in the lifestyle of every individual. The presence of this type of "fast food" is one example of which can be found easily. Fast food with various types of products and packaging, has a nutrient content may meet the standards. However, anyone who knows he has enough is found too many cases of food poisoning which is found as a result of the packaged food. The type of food that is packaged in cans, is practical and because of this reason that one causes some people are negligent in regard nutritional value, hygiene, and health. Then the food in cans through a long process, so do not rule out the damaged cans which then would be the way germs get into cans. Because in addition to the food unfit for consumption, the potential for contaminated metal cans are also very large. Therefore, as consumers, we should be careful before consuming food, especially in cans.


Kemajuan jaman yang mempengaruhi berubahnya gaya hidup setiap individu. Hadirnya jenis “fast food” adalah salah satu contoh yg dapat kita temukan dengan mudah. Fast food dengan berbagai jenis produk dan kemasan, mempunyai kandungan gizi mungkin memenuhi standar. Namun, siapa yg tahu kalau cukup banyak ditemukan juga kasus keracunan pangan yg ditemukan akibat makanan dalam kemasan. Jenis makanan yg dikemas dalam kaleng, memang praktis dan karena alasan yg satu ini menyebabkan sebagian orang lalai dalam memperhatikan kandungan gizi, kebersihan, dan kesehatannya. Kemudian makanan dalam kemasan kaleng melalui proses yang panjang, jadi tidak menutup kemungkinan kaleng tersebut rusak yang kemudian akan menjadi jalannya kuman masuk ke dalam kaleng. Karena selain makanan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi, potensi tercemar logam kaleng juga sangat besar. karena itu sebagai konsumen, kita harus cermat sebelum mengkonsumsi makanan, terlebih lagi dalam kemasan kaleng.

4. Ketahanan dan Keamanan Pangan

In law No. 7 of 1996 on Food defined Food Resistance. Food resistance was a condition of the fulfillment of physiological needs for households who reflected on the availability of food, water and air are sufficient, both in quantity and quality, safe, equitable, and affordable (Soerjani, et al, 2006). Food resistance is defined as the condition itself and the effort required to prevent food from possible damage, pollution biology, chemistry, and other objects that may interfere with, hurt, and endanger human health. Food resistance is defined as the fulfillment of the availability of sufficient food, available at all times in all areas, easy to obtain, safe and affordable prices.


Dalam undang-undang RI  No. 7  Tahun 1996 tentang Pangan didefinisikan Ketahanan Pangan (food resistance). Ketahanan pangan itu merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan fisiologi bagi rumah tangga yang tercemin dari tersedianya pangan, air dan udara yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau (Soerjani, dkk, 2006). Keamanan pangan itu sendiri diartikan sebagai kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan kerusakan, pencemaran biologi, kimia, dan benda lain yang dapat menggangu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Ketahanan pangan diartikan sebagai terpenuhinya pangan dengan ketersediaan yang cukup, tersedia setiap saat di semua daerah, muda hmemperoleh, aman dikonsumsi dan harga yang terjangkau. 

3. Pengelompokkan Kebutuhan Manusia yang Paling Hakiki

The most essential human needs can be classified as physiological needs, physical and pisikologi. Physiological condition is the fulfillment of food to the people who are known by the term food security (food security), in addition to the physiological needs for water and air, in particular oxygen (O2). Physical needs include perlindunga and tranquility, while the psychological needs, which include solving problems associated with psychiatric arising from environmental


Kebutuhan manusia yang paling hakiki dapat dikelompokan sebagai kebutuhan fisiologis, fisik dan pisikologi. Kondisi fisiologis adalah terpenuhinya pangan bagi masyarakat yang dikenal dengan istilah ketahanan pangan (food security), disamping kebutuhan fisiologis akan air dan udara, khususnya oksigen (O2). Kebutuhan fisik meliputi perlindunga dan ketentraman, sedangkan kebutuhan psikologis, meliputi penyelesaian permasalahan yg berkaitan dgn kejiwaan yang timbul dari lingkungan

2. Gaya Hidup Asli Manusia

The original lifestyle man is a hunter, a group that is adapted to the savanna, the scene suggested in human evolution. Other human lifestyle is nomadism (migrate; sometimes associated with a collection of animals) in order to get a decent shelter to survive and settle in the village with good agricultural


Gaya hidup asli manusia adalah pemburu, berkelompok yang diadaptasikan ke sabana, adegan yang disarankan dalam evolusi manusia. Gaya hidup manusia lainnya adalah nomadisme (berpindah tempat; terkadang dihubungkan dengan kumpulan hewan) guna mendapatkan tempat tinggal yang layak untuk terus bertahan hidup dan menetap di perkampungan dengan pertanian yang baik
 

Template by BloggerCandy.com